Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa bangganya saat membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Sabtu (2/10/2021) malam. Jokowi mengaku bangga berada di tanah Papua dan bisa hadir di stadion terbaik di Asia Pasifik. "Perasaan saya dan perasaan saudara pasti sama, kita bangga berada di Tanah Papua."

"Kita bangga berada di stadion terbaik di Asia Pasifik ini." Lebih lanjut, Jokowi menyebut penyelenggaraan PON ini menunjukkan kemajuan Papua. "Pekan Olahraga ini menggambarkan kemajuan Papua, menunjukkan kesiapan infrastruktur di tanah Papua, dan kesiapan masyarakat Papua dalam menyelenggarakan acara besar, untuk berprestasi di kancah nasional dan internasional," katanya.

Diketahui, ajang olahraga nasional empat tahunan ini akan mempertandingkan 6.442 atlet dari seluruh Indonesia yang didampingi tim pelatih berjumlah 3.000 orang. Adapun tempat utama penyelenggaraan PON berada di Stadion Lukas Enembe, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, berkapasitas 40.000 penonton. Diberitakan , Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua resmi dibuka pada 2 Oktober 2021 setelah sempat ditunda satu tahun.

Ditundanya penyelenggaraan PON karena pandemi Covid 19. Tentu hal ini akan menjadi catatan dalam sejarah Indonesia karena mampu menghelat acara akbar berskala nasional di tengah pandemi. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan dalam penyelenggaraan PON dan Peparnas kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat menjadi prioritas paling penting.

Pemerintah menegaskan aturan bagi semua pihak yang terlibat dalam PON & Peparnas, termasuk para penonton harus sudah mendapatkan dua dosis vaksinasi lengkap. "Pemerintah memastikan protokol kesehatan akan diterapkan dengan ketat serta diikuti dengan penguatan sistem kesehatan," kata Johnny, Sabtu (2/10/2021). Selain itu, Pemerintah juga memastikan kelengkapan fasilitas kesehatan selama penyelenggaraan kegiatan.

"Mari kita sambut bersama PON XX dan Peparnas XVI Papua, Mentari Harapan Baru dari Timur,Torang Bisa!" seru Johnny. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, diizinkannya kegiatan ini melalui pertimbangan penuh dan mengutamakan prinsip kehati hatian. "Dalam pelaksanaannya pun dilakukan monitoring dan evaluasi protokol kesehatan berkelanjutan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik. Dan disaat bersamaan pencegahan terhadap penyebaran virus COVID 19 dapat dioptimalkan," terang Wiku dalam Keterangan Pers baru baru ini.

Dalam pedoman pembukaan acara besar yang diumumkan kepada publik, terdapat rambu rambu yang harus diperhatikan oleh penyelenggara acara. Seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan PON seperti atlet, ofisial, panitia, penonton, dan masyarakat di sekitar lokasi harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Kemudian, telah mendapatkan vaksinasi minimal dosis pertama.

Diketahui, Instruksi khusus diberikan kepada Bupati Jayapura yang menjadi tuan rumah upacara pembukaan dan penutupan PON XX Papua. Intruksi tersebut, meliputi pembatasan jumlah penonton maksimal 10.000 orang yang sudah termasuk undangan VVIP, VIP, Paspampres, TNI/Polri dan tenaga kesehatan. Lalu, diinstruksikan juga untuk tidak memasang tenda untuk kegiatan nonton bareng di luar stadion.

Bahkan, masyarakat diminta untuk menyaksikan pertandingan di rumah masing masing. Panitia juga harus elakukan pemeriksaan kesehatan bagi tamu dan penonton dengan menunjukkan hasil negatif tes PCR 2 x 24 jam atau hasil negatif tes antigen 1 x 24 jam. Disertai bukti telah divaksin saat proses penukaran gelang 1 sampai 3 hari sebelum hari H.

Petugas diminta melakukan pengawasan kedisiplinan protokol kesehatan secara persuasif dan simpatik. Selanjutnya, menyediakan fasilitas kesehatan ambulans beserta tenaga kesehatan di sejumlah titik tertentu didalam maupun diluar stadion. Nantinya, bila ditemukan tamu atau penonton yang positif, maka tidak diizinkan memasuki lokasi pertandingan PON XX Papua 2021.

Tamu atau penonton yang positif pun harus diisolasi atau dilakukan penanganan sesuai kondisi dan waktu yang ditentukan serta dilakukan pelacakan secara intensif terhadap orang yang berinteraksi dengan tamu yang positif tersebut. Selain itu, dalam instruksi yang sama terdapat arahan khusus kepada lima kepala daerah tempat penyelenggaraan pertandingan PON ke 20 itu. Lima kepala daerah tersebut, yakni Bupati Jayapura, Bupati Merauke, Bupati Keerom, Bupati Mimika dan Walikota Jayapura.

Petunjuk ini wajib dilaksanakan dengan baik dan melakukan perbaikan berkelanjutan. Masyarakat pun dimohon untuk ikut serta mengawasi dan mematuhi aturan yang telah disusun. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meninjau arena dayung PON XX di Teluk Youtefa, Pantai Holltekamp, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021).

Muhadjir mengatakan arena olahraga yang disediakan pemerintah pusat ini bertujuan agar pembinaan atlet atlet dayung nasional dapat tersalurkan dengan baik. Ia berharap, dengan adanya arena dayung ini, talenta talenta atlet dayung terbaik bisa lahir di Papua. Selain itu, Muhadjir Effendy mengaku takjub dengan keindahan pemandangan yang ada di arena dayung di Teluk Youtefa.

Muhadjir mengungkapkan, fasilitas fasilitas yang ada di arena olahraga dayung ini sudah berstandar internasional. Menurutnya arena olahraga dayung ini bisa dipromosikan untuk digunakan dalam perhelatan internasional dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata Papua. Simak berita lainnya terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.